Awan gelap hanya bisa membuat matahari tidak terlihat.

Apakah kita bisa melihat bentuk matahari waktu ada awan gelap? Tidak bisa kan? Tetapi apakah berarti mataharinya hilang?

 

Memang awan gelap bisa membuat matahari tidak terlihat tapi tidak berarti awan gelap itu melenyapkannya. Demikian juga ketika kita susah, dapat banyak masalah, atau ketika kehilangan seorang yang kita kasihi, kesedihan itu membuat kita merasa Tuhan seperti pergi entah kemana sehingga Ia tidak datang untuk menolong kita. Kita merasa sendiri, kita merasa Tuhan membiarkan kita, padahal Ia tetap ada dan menunggu saat yang paling tepat untuk membuat kita melihat rencana-Nya yang paling indah dalam hidup kita.

            Jika kita mau mendapatkan kebaikan Tuhan, maka kita pun perlu  membiarkan Tuhan bekerja lewat berbagai hal yang kita alami. Paulus belajar untuk melihat kebaikan Tuhan lewat seringnya ia dipenjara, banyaknya ia disiksa, sampai hampir mati, lewat 39 kali cambukan dan masing-masing sabanyak 5 kali dari orang-orang Yahudi, lewat 3 kali dicambuk oleh orang-orang Romawi, lewat batu-batu yang dilemparkan kepadanya sampai hampir mati, lewat 3 kali kapalnya tenggelam dan lewat 24 jam terapung-apung di laut. Belum lagi bahaya-bahaya lain.

            Dengan membiarkan Tuhan bekerja lewat segala sesuatu, Paulus yakin bahwa Tuhan mendatangkan kebaikan baginya. Ia menjadi lebih tahan uji dan lebih mengandalkan Tuhan dalam hidupnya sehingga ketika ia harus dipenggal lehernya, ia tidak menyangkal imannya dan Paulus menyelesaikan pertandingan yang diperuntukkan baginya dengan baik.

            Dengan membiarkan Tuhan mengijinkan dukacita dalam hidup kita, maka kita sedang membiarkan Tuhan bekerja untuk mendatangkan kebaikan pada kita yang mengasihi-Nya dan yakinlah awan gelap hanya bisa membuat matahari tidak terlihat tetapi tidak dapat membuatnya lenyap.

Bagaimana caranya kita tahu bahwa yang kita lakukan sudah sesuai dengan kehendak Tuhan?

Pertanyaan ini sering ditanyakan oleh siapa saja dan saya tidak memiliki jawaban yang bisa 100% memuaskan kecuali (mungkin) ilustrasi ini:

 

Seorang ayah yang memiliki 2 orang putra telah menghabiskan banyak waktu hidupnya dengan putra bungsunya. Putra sulung sejak kecil sudah tinggal bersama paman dan bibinya.

Suatu hari si sulung memutuskan untuk pulang ke rumah ayahnya dan tinggal selama beberapa hari.

 

Ketika ayahnya meminta si sulung mengambil kaca matanya, ia datang dengan kaca mata yang salah.

Ketika ayahnya meminta dibawakan sendal, si sulung datang dengan sendal yang bukan dimaksud ayahnya

Ketika ayahnya meminta anak sulungnya memasak nasi, nasinya terlalu keras untuk dikunyah oleh ayahnya.

Semua yang dilakukan si sulung tidak ada yang seperti diinginkan ayahnya.

 

Si bungsu-lah yang akhirnya memberi kaca mata yang benar, membawa sendal yang dimaksud, memasak nasi yang lebih lembut.

 

Perbedaan itu terjadi karena si bungsu mengenal betul ayahnya, mereka bersama tiap saat dan hubungan mereka dekat sehingga mereka saling memahami. Sedangkan si sulung tidak betul-betul mengenal ayahnya, tidak tinggal bersama, hubungan mereka pun jauh sehingga tidak saling memahami.

 

Seperti itulah (kira-kira) jawaban atas pertanyaan :   Bagaimana caranya kita tahu bahwa yang kita lakukan sudah sesuai dengan kehendak Tuhan?

1 nada yang salah

seorang anak kecil berlatih piano pada seorang guru yang terkenal sangat disiplin dan tegas.
hari ujian pun tiba, anak kecil ini akan bermain piano dihadapan para penonton termasuk guru dan pengarang dari lagu yang akan dibawakannya.

awal dimulai dengan manis…. para penonton benar-benar menikmati permainan piano anak kecil itu. sang guru dan pengarang lagupun menatap tanpa bergeming.

lalu ditengah lagu tiba-tiba…ups! 1 nada salah.
guru dan pemilik lagu menahan napas menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. apakah anak itu akan berhenti atau melanjutkan permainannya.

ternyata anak itu tidak berhenti, setelah satu nada yang salah itu, si anak melanjutkan lagi permainannya dengan nada yang benar sampai selesai.

di belakang panggung…
anak kecil itu menunggu denga perasaan kacau balau.
ia bisa membayangkan kemarahan gurunya, tapi ia tidak sanggup membayangkan apa yang akan dilakukan pemilik lagu.

lalu, dia mendengar bunyi langkah kaki mendekat, keringat dingin semakin deras mengalir dari tubuhnya dan detak jantungnya makin menyakitkan dadanya sehingga napasnya terasa mau berhenti.
anak itu menunduk makin dalam….

tiba-tiba didengarnya suara tepuk tangan, ia mengangkat wajahnya dan melihat guru dan pemilik lagu bertepuk tangan sambil tersenyum lalu pemilik lagu itu berkata: “luar biasa nak! untung kamu lanjutkan permainanmu karena aku tidak pernah menyangka bahwa lagu itu justru menjadi semakin indah dengan 1 nada yang salah tadi.

dalam hidup kita bisa melakukan kesalahan, saat itu terjadi kita bisa memilih untuk berhenti, meneruskan kesalahan atau meneruskan dengan yang benar.

berhenti berarti kita mengakhiri hidup
meneruskan dengan yang salah berarti kita tidak menganggap pengampunan itu ada.
meneruskan dengan yang benar berarti kita menyadari kesalahan, memperbaiki dan membiarkan Tuhan menyingkapkan keindahan di akhir ceritanya.

memilih kerak nasi…

setiap kali melihat kerak nasi (lapisan paling bawah dari nasi yang telah mengeras), saya belajar untuk memahami cinta orang tua pada anaknya dan cinta Yesus pada setiap orang.

hari itu kami bertiga akan makan dan saya tahu bahwa kami tidak punya cukup nasi untuk di makan bertiga. sehingga saya putuskan untuk suami dan anak saya yang makan (dengan alasan sedang diet). suami saya mengambil nasi untuk mereka berdua. sambil menyuapi si kecil, saya lihat nasi yang ada di piringnya ternyata kerak nasi. saya tanyakan kenapa makan kerak nasi? dia menjawab: “aku suka makan kerak nasi, kok.” tapi saya tahu bahwa dia memilih makan kerak nasi supaya anak kami bisa makan bagian yang lebih baik

beberapa saat kemudian dia berkata sambil tersenyum: “akhirnya sekarang aku tahu kenapa dulu bapak bilang senang makan kerak nasi.”

saat itu saya merenung 2 hal:

cinta orang tua kepada anak membuatnya bersedia menjalani bagian yang tidak menyenangkan supaya anaknya mendapat bagian yang lebih baik.

demikian juga cinta Yesus bagi kita, sehingga Ia memilih untuk menjalani jalan penderitaan agar kita mendapatkan keselamatan.

jika suatu saat anda melihat orang tua anda makan kerak nasi dan mengatakan bahwa kerak nasi itu enak, cobalah untuk meminta orang tua berbagi kerak nasinya dengan anda.

saya jamin….

ia tidak akan bersedia berbagi kerak nasinya. tapi saat itu tentunya anda sudah tahu bahwa ia tidak bersedia berbagi bukan karena kerak nasinya enak…..

itu juga alasannya kenapa Yesus tidak bersedia membiarkan tangan anda dan saya yang dipaku di salib.

All 4 Jesus

Do all for Jesus and get all from Jesus,

means if you do all the best for Jesus

and you`ll get all the best from Jesus

but if you do all bad for Jesus, 

what do you think you would get.. ??

best thing… ??

hmmm…….

i don`t think so….