Kisah Rasul 1 : 14
1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Seorang pegawai ditempatkan di daerah kerja yang baru dan masih belum memiliki apapun untuk menunjang pekerjaannya. Sebelumnya dia dijanjikan akan disediakan berbagai fasilitas untuk membantu kelancaran pekerjaannya. Begitu tiba di tempat kerjanya yang baru, pegawai ini tidak melakukan kegiatan apapun. Malah masyarakat yang datang untuk meminta pelayanannya ditolak dengan alasan bahwa belum ada fasilitas. Dan ternyata semua fasilitas yang dijanjikan baru tiba setelah 1 tahun pegawai itu berada di tempat kerja barunya. Sehingga selama 1 tahun tidak ada pelayanan bagi masyarakat sekitar.
Kita bicara soal memulai dengan yang benar. Pegawai tadi berpikir bahwa jika disuruh untuk menunggu berarti dia benar-benar akan menunggu sampai apa yang dijanjikan itu dipenuhi. Dan selama melakukan hal itu tidak ada satupun kegiatan yang dilakukan. Tetapi untunglah para murid Tuhan Yesus memilih yang benar. Mereka dijanjikan akan menerima kuasa dari Roh Kudus yang memampukan mereka menjadi saksi, tetapi selama janji itu belum mereka terima, mereka tidak bersikap pasif atau cuma menunggu saja.
Kesaksian dalam Kisah Rasul 1 : 14 menyatakan kegiatan yang dilakukan oleh murid-murid termasuk ibu dan sahabat-sahabat Yesus adalah mereka bertekun dengan sehati dalam doa bersama. Setelah kembali ke Yerusalem, murid-murid masih belum punya ide untuk melakukan apapun sehubungan dengan tugas kesaksian yang Yesus berikan sebelum naik ke surga. Ini disebabkan karena memang Roh Kudus belum mereka terima. Tetapi sekalipun demikian mereka tetap berusaha untuk memelihara persekutuan mereka.
Menjadi saksi adalah satu hal yang baru bagi murid-murid, apalagi mereka harus menyaksikan seseorang yang tidak bisa mereka buktikan keberadaannya. Namun sekalipun mereka belum menerima kuasa dari Roh Kudus, kelompok ini mampu memulai dengan yang benar yaitu mereka mempererat persekutuan di antara mereka sehingga persekutuan mereka tidak sampai jadi dingin seperti yang biasa terjadi dalam kelompok yang baru saja kehilangan pemimpin.
Seringkali kita menunda untuk mulai menjadi saksi bagi Tuhan hanya karena kita masih aktif kerja, karena masih sibuk, karena masih banyak urusan dan berbagai macam alasan lain. Kita pun suka beralasan bahwa kita belum siap. Padahal justru selama kita belum benar-benar terlibat dalam suatu kegiatan khusus dalam pelayanan itulah kesempatan yang dapat kita gunakan untuk memulai dengan yang benar.
Jika sampai saat ini kita belum dipercayakan suatu tugas khusus, itu bukan halangan untuk tidak menjadi saksi. Belajar dari para murid yang walaupun saat itu mereka belum menerima kuasa dari Roh Kudus, namun mereka berusaha untuk memulai dengan yang benar yaitu membangun persekutuan yang sehati.
Disadari atau tidak ketika mereka memilih untuk tetap memelihara persekutuan dan hubungan yang baik dengan sesama saudara dan dengan Tuhan, sekalipun Roh Kudus belum diberikan bagi mereka, maka saat itu mereka telah memberi diri mereka untuk dibentuk dan dipersiapkan hingga tiba saatnya mereka akan memberi hidupnya total untuk menjadi saksi bagi Tuhan.
Menjadi saksi bukan menunggu dengan pasif sampai kita digerakkan oleh suatu kuasa yang hebat sehingga kita mampu berkotbah atau melakukan hal-hal luar biasa lainnya. Menjadi saksi adalah lewat hidup kita, kita membuat orang lain dapat mencintai Tuhan.
Ini yang namanya sekali merengkuh dayung, 2-3 pulau terlampaui. Dengan memilih untuk memulai yang benar yaitu memelihara persekutuan dengan Tuhan dan dengan sesama maka 2 hal kita dapatkan yaitu: hubungan yang baik dengan Bapa di dalam Yesus dan kesaksian hidup yang dapat dilihat oleh orang lain. Sehingga walaupun kita tidak secara khusus melayani dalam pelayanan gereja tertentu tetapi kita mampu untuk membuat orang lain mengenal dan mencintai Yesus lewat hidup kita. Karena lewat hidup kita orang lain bisa melihat bahwa dengan memiliki Yesus dalam hidup itu suatu keuntungan besar bagi orang yang percaya kepada-Nya. Amin.



