Sudahkah Kita takut akan Tuhan…

     Kabar baik buat para suami, para istri atau pasangan kekasih kalau pasangan anda cemburu, berbahagialah karena kata orang itu artinya masih ada cinta. Tapi kalo cemburu yang dirasakan seorang kakak pada adiknya yang masih bayi, itu tanda bagi orang tua untuk waspada. Perasaan cemburu mereka kalau tidak diwaspadai bisa sampai mengancam nyawa adik bayi. Perasaan itu muncul karena si kakak ini kaget dengan perubahan prilaku orang-orang disekitarnya  terhadap dia setelah adik bayinya lahir, sebelumnya semua cerita terpusat pada si kakak  tapi sekarang semua tema pembicaraan keluarga tentang si adik. Sebelumnya semua mainan yang dibeli untuk kakak, sekarang apa-apa untuk adik. Sebelumnya yang digendong opung kakak, sekarang opung-opung rebutan gendong adik bayi. Sebelumnya yang selalu difoto kakak, sekarang adik melulu yang difoto. Si kakak bingung melihat ternyata bukan Cuma dia yang disayang tapi adiknya juga.

     Kondisi yang mirip seperti itu juga dialami Petrus ketika Allah mempertemukan dirinya dengan kornelis yang bukan seorang Yahudi. Bagi  Petrus sulit untuk menerima kenyataan bahwa Allah juga berkenan atas orang-orang yang bukan bangsa Israel. Bagaimana mungkin Allah menghendaki Petrus untuk masuk ke rumah seorang yang bukan Yahudi. Tapi ketika Allah mempertemukan mereka, Petrus pun akhirnya belajar bahwa Allah memperlakukan semua orang sama, Allah tidak memperhitungkan dari bangsa apa asal seseorang. Allah menerima atau berkenan atas orang yang takut kepada Allah dengan berbuat benar. Ini terbukti dalam diri Yesus. Dalam pelayanan-Nya, tidak pernah Yesus mempersoalkan suku, bangsa, keyakinan orang-orang yang datang pada-Nya. Siapa yang datang pada-Nya Ia layani dan terbukti Allah selalu menolong Yesus dalam tugas-tugas pelayanan-Nya.

     Ini berarti  Allah ingin kita semua takut Tuhan, berbuat baik dan melayani siapa saja. Masalahnya adalah apakah kita sudah cukup Takut Tuhan dan berbuat baik ?  Mungkin jawaban dari kita adalah: “ Saya dan keluarga saya takut Tuhan dan selalu berbuat baik “ kalau begitu mari kita buktikan :

·        Mana yang biasa bikin kita ribut ; kembalian lebih atau kurang ?

·        Waktu baju kita kecipratan air kotor mana yang biasa kita ucapkan ; Tuhan ampuni  orang itu atau sumpah serapah ?

·        Naik bis penuh sesak, sampai turun tidak ditagih, apa setelah turun kita cari kenek ? atau malah bilang  “ Syukur .. ga ditagih !! “

·        Waktu kita ditampar pipi kiri yang biasa terjadi setelah itu kasih pipi kanan atau tangan kanan ?

·        Misalnya bulan ini terima gaji lebih 200.000 trus bulan depan gajinya kurang 200.000, apa yang akan dilakukan ? Kalau saya jadi kasir akan bilang, kok bulan lalu gajinya lebih ga bilang-bilang…

·        Apa kita mengajarkan anak balas dendam ? Waktu anak jatuh kepalanya kepentok meja, apa yang kita lakukan waktu bujukan tidak mempan ?             “ Pukul mejanya.. “  Kita sudah mengajarkan dia balas dendam.

·        Kita tidak mungkin mengajarkan anak  kita berbohong ya ? kalau begitu tolong jawab ini dalam hati supaya tidak ketahuan yang lain, waktu tukang tagih datang ke rumah pas kita tidak punya uang, apa yang akan kita suruh anak kita katakan pada tukang kredit ?

     Hanya  7 pertanyaan, tapi apakah sekarang kita cukup yakin bahwa kita cukup takut Tuhan dan sering berbuat baik ? Bila sekarang kita belum terlalu yakin bahwa kita adalah seorang yang selalu takut Tuhan dan selalu berbuat baik pada sesama, disinilah peran Roh Kudus  yang diberikan bagi kita, yaitu untuk menolong menjaga hati kita agar tidak mudah marah, tersinggung, membalas dendam, menyakiti. Dan Roh Kudus menolong kita untuk mudah mengampuni, mudah memberi pertolongan, berkata-kata yang jujur, melayani dengan tulus dan bertindak bijaksana. Memang sulit tapi tidak berarti mustahil.

     Allah tidak melihat identitas kita, kekayaan kita, jabatan, status dan nama baik kita. Allah berkenan pada kita dan keluarga kita jika kita takut Tuhan dan selalu mau menolong orang lain dengan perbuatan-perbuatan baik. Biarlah Roh Kudus menolong kita supaya kita dan keluarga dapat hidup berkenan di hadapan Tuhan, Amin.