Dalam salah satu audisi american idol, juri kaget karena salah satu peserta ternyata seorang opa. Ketyika ditanya alasannya, opa itu berkata istrinya sangat ingin melihat dia menyanyi di kontes itu. Istrinya baru saja meninggal dan dia memberanikan dirinya menyanyi untuk mengenang kasih sayang dan dukungan istrinya. Opa itu memang tidak mungkin diloloskan sekalipun suaranya indah tetapi bagi para juri dan jutaan pasang mata yang melihat, belajar salah satu cara untuk bangkit dari dukacita, yaitu jalani hidup dengan menjadikan kasih sayang orang terkasih yang telah pergi itu tetap hidup dalam hati kita.
Demikian juga dengan Yesus. Sekalipun Yesus bisa membangkitkan anak kepala rumah ibadat Yairus, seorang anak muda di Nain dan bahkan Lazarus yang sudah 4 hari terbaring di kubur yang berarti tubuhnya sudah mulai membusuk, tetapi Yesus memilih untuk tidak membangkitkan Yohanes pembaptis, saudara sepupunya. Yesus memilih untuk menjalani dukacita itu sekalipun Dia punya kuasa untuk membangkitkan orang mati. Yesus memilih jalan itu, untuk kita saat ini. Supaya kita tahu apa yang harus kita lakukan ketika seorang yang kita kasihi Tuhan panggil kembali kepada-Nya.
Kita baca tadi Yesus berduka, ia mengasingkan diri waktu mendengar berita kematian sepupunya. Yesus bermaksud untuk pergi dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tapi Yesus tahu banyak orang sedang mengikuti Dia, sehingga Yesus kembali ke tepi dan waktu dilihat begitu banyak orang yang menemuinya, hati Yesus tergerak oleh belas kasihan dan Ia menyembuhkan mereka.
Cerita ini singkat, malah sering diabaikan karena perhatian kita tersedot pada cerita lanjutan tentang Yesus memberi makan kepada 5000 orang, tapi ternyata 2 ayat ini memberi pelajaran bagi kita tentang cara Yesus menghadapi kepergian seorang yang dikasihi-Nya yaitu dengan mendayung perahu kembali ke tepian dan melanjutkan pelayanan.
Sulit ?? Pasti… tahun bukan waktu yang sedikit untuk membangun kenangan dan harapan. Tetapi karena Yesus telah lebih dulu melaluinyayang membuatnya tahu seperti apa rasanya maka Yesus pasti bersedia untuk menolong kita untuk mendayung perahu hidup kita bukan untuk menjauhi melainkan menuju tepian, menemui orang-orang yang menunggu kita lalu bersiaplah untuk melajutkan hidup dan pelayanan.
Yesus melanjutkan pelayanan dengan membawa semangat pemberita kabar baik yang dimiliki Yohanes pembaptis, karena Yesus tahu itulah yang sepupunya inginkan untuk dia lakukan.
Kita bawa kenangan, semangat, kasih sayang suami, istri, papi, mami, opa, oma dan saudara kita yang Tuhan panggil ketika kita kembali lanjutkan hidup kita sehingga dengan hati yang terangkat pada Tuhan kita mampu mengucapkan, Tuhan… terima kasih, Amin



